Biaya Bermimpi

Ah, saya gagal lagi. Dan ini bukan untuk pertama kali, FYI ini adalah kegagalan saya yang kesekian kalinya yang mana saya bahkan tidak ingat lagi sudah berapa kali saya gagal. Ada orang yang bilang kegagalan itu wajar, lumrah, dan itu yang menjadikan manusia itu manusia. Bahwa manusia bukanlah makhluk yang sempurna, tapi tempatnya salah.

Maaf yah, saya lagi galau. Jadi postingan ini mungkin akan berakhir menye-menye dan tidak menarik—semenarik postingan saya yang lain. Balik lagi pada hakikat manusia, teman saya bilang, di umur yang segini bermimpi itu harganya mahal. Lebih lanjut kata teman saya, mungkin akan banyak hal yang perlu di perjuangkan atau dikorbankan untuk meraih mimpi di umur segini. Di umur saya ini, generasi saya sudah tau apa yang harus dipilih antara idealism dan uang. Jelas milih uang, karena hidup jelas butuh orang. Well, beberapa orang mungkin akan tetap memilih idealismenya sendiri tapi mereka itu jumlahnya sangatlah sedikit. Kalau saya? Tentu saja milih duit. Jelas karena saya sudah tidak berada dalam naungan yayasan orang tua, jadi saya harus mampu bertahan sendiri, berjuang sendiri dan akhirnya gagal lagi.

Sedih sih. Sedih banget lah ya, walaupun di permukaan saya bilang enggak sedih dan masih ketawa-ketiwi. Tapi jauh dilubuk hati saya yang paling dalam, saya sedih dan capek kenapa gagal terus.

Mimpi saya memang mahal harganya, perjuangan saya ini tidak mudah, costnya pun sudah terlalu banyak. Tapi untuk berenti sampai disini rasanya pun enggak banget.

Tapi yah, jauh di lubuk hati saya yang terdalam, saya yakin bahwa suatu saat nanti saya bakalan berhasil. Ini adalah pemikiran positive stupid yang membuat saya terus berusaha walaupun sudah gagal berulang kali. Karena saya yakin suatu saat nanti saya bakalan berhasil. Suatu hari nanti, usaha saya akan membuahkan hasilnya.

Sampai hari itu tiba, saya akan berusaha lagi. Kalau gagal lagi yah galau lagi tapi berusaha lagi. Mungkin itu yang bakalan jadi siklus hidup saya selama beberapa waktu ini: nyoba, gagal, galau, nyoba, gagal, galau, nyoba, BERHASIL!. Doain yah, biar enggak gagal mulu. Cheers!

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s