Getting Married! :)

Siang ini konsentrasi saya dipecahkan dengan adanya kabar dari teman kuliah saya yang hendak menikah minggu depan. Si teman ini memang bukan teman saya (yang seumuran) yang pertama kali untuk memutuskan untuk menikah. Ada beberapa teman saya yang sudah menikah, sudah punya momongan dan ada juga yang sedang mempersiapkan untuk menikah. Tetapi kabar siang ini akan sedikit mengguncang hati saya.

Si teman ini adalah teman kuliah saya, walaupun tidak begitu dekat tapi I consider that we’ve grown up together—literally together karena kami sama-sama angkatan 2006 dan mungkin juga seumuran. 23 tahun! Ibu saya dulu menikah pada umur 23 tahun, lalu melahirkan saya ketika berumur 24 tahun. Tetapi diumur saya yang ke-23 tahun ini saya belum memikirkan untuk menikah.

Saya dan partner saya memang pernah membicarakan mengenai pernikahan—kami berdua. Bagaimana pernikahan kami nantinya, atau pembagian tugas ketika sudah menikah. Sound that we are ready to get married yah? Tapi nyatanya tidak. Kami berdua sama-sama sedang merintis karier. Partner bahkan sedang memulai karier baru dan saya belum mempunyai pekerjaan tetap. Di usia pacaran kami yang hampir lima tahun ini (ookay, lama juga ternyata kami pacaran)—kami menyadari bahwa dibutuhkan lebih dari ‘cinta’ untuk memulai sebuah kehidupan baru dibawah pernikahan.

Saya juga harus menunggu hal-hal lain seperti ‘meneruskan kuliah’ dulu sebelum menikah. Ibu saya pasti akan murka luar biasa kalau saya menikah sebelum melanjutkan kuliah. Ini agak diluar kebiasaan Ibu-ibu pada umumnya yang langsung menyarankan putrinya untuk menikah begitu mendapatkan pasangan yang mapan dan cocok. Tetapi ibu saya selalu menekankan saya untuk kuliah dulu.

Ibu adalah orang yang berhasil dengan daya upayanya sendiri, makanya ia selalu mendorong anak-anaknya untuk bisa melakukan hal yang sama. Jika ibu tidak berusaha sendiri, dan tidak bekerja, mungkin saya dan adik saya harus putus kuliah ketika Ayah saya meninggal. Semboyan ibu saya adalah “perempuan harus punya hasil sendiri, sekecil apapun itu, harus punya!”.

Tetapi layaknya perempuan lain, saya juga ingin menikah. Jujur saya penasaran sekali dengan the big day. Aduh. Aduh. Aduuh, jadi pengen nikah! #eeehh.. 😀

Advertisements

4 thoughts on “Getting Married! :)

  1. eyaaa… Pipitt… kapan nikah? Undang2 lho ya…
    Ketoe kabeh perempuan penasaran dengan the big daynya deh…
    Aku jg penasaran*padahal rung tentu jg nasib karir dan hubungan percintaanku. hahaha.
    Sukses meri pingin nikah…

  2. eyaaaa fella, kamu yo musti ngundang aku loh yaaah. iyah nih, fantasi tentang the big day itu kayaknya keren banget. ehehehe. semangat yo mbakyu ning jakarta! taklukkan jakarta fel! 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s