Shadow of the Future

Beberapa waktu yang lalu ketika mobil saya dicucikan oleh penjaga kosan, tiba-tiba central door locknya mengunci otomatis. Padahal mobil saya tengah menyala dan kuncinya tentu saja tertinggal di dalamnya. Si penjaga kosan pun langung mengabari saya yang juga langsung panik. Ya iyalah ya, mobil saya mesinnya menyala tetapi kuncinya tertinggal di dalam. Gimana saya ngga panik?

Saya pun menyuruh penjaga kosan untuk memanggil tukang kunci untuk segera membuka mobil dan mematikan mesin mobil saya.  Akhirnya setelah jantungan beberapa lama (si tukang kunci pun juga kesulitan membuka mobil saya), pintu mobil saya pun bisa dibuka dan mesin pun bisa dimatikan. Alhamdulilaaaah. Senyum pun mulai terkembang di wajah saya.

Tetapi senyum itu langsung berubah menjadi senyum kecut ketika penjaga kosan saya meminta saya yang membayar ongkos si tukang kunci itu. What? Halloo? Siapa yaaa yang bikin kuncinya tertinggal di dalam mobil? Sialan sialan sialan sialan, rutuk saya dalam hati. Saya jengkel luar biasa dengan penjaga kosan saya itu. Tapi si penjaga kosan ngga mau tau, karena dia ngga merasa bersalah. Sumpah saya pengen ngamuk-ngamuk di depan mukanya, pada saat itu. Wong saya yang udah rugi bensin banyak gara-gara mesin mobil saya masih menyala, mana hasil cuciannya ngga bersih lagi!!! Eh tapi si penjaga kosan saya tetep ngga mau membayar si tukang kunci. Yasudahlah, apa boleh buat? Saya pun membayar si tukang kunci (50.000) dengan dongkol sedongkol-dongkolnya.

Akhirnya sampai sekarang saya ngga pernah lagi mau nyuciin mobil saya ke penjaga kosan itu walaupun orangnya sering menawarkan jasa cuci mobil kepada saya dengan senyuman rayuan maut ala sales. Ngga ada lagi ceritanya saya mau nyuciin mobil saya sama dia!! Mending di bawa ke salon mobil deh, walaupun lebih mahal tetapi hasilnya lebih bersih dan ngga ada ceritanya bisa kejadian kayak gini.

Kalau dipikir-pikir sebenarnya yang rugi besar rugi bandar adalah si penjaga kosan. Kalau saya kan hanya rugi ongkos cuci mobil (10.000) dan tukang kunci (50.000), tapi kalau dia? Dia rugi ratusan ribu!

Kalau saja waktu itu dia mau berbaik hati membayarkan ongkos kunci dan tidak melalukan kebodohan luar biasa seperti ini saya pasti masih menjadi langganannya. Coba saja dihitung, kalau tiap minggu saya nyuci mobil sekali padanya (10.000) gimana kalau setahun? 10.000 x 3 x 12 = 360.000!

Itu baru dari saya, temen-temen kosan saya yang lain, yang juga bawa mobil jadinya ogah nyuci mobil ke dia. Yaa, gara-gara kasus saya ini. Tapi saya ngga ngomporin mereka looh yaa. Saya cuma cerita-cerita ajah. 😀

Masalahnya penjaga kosan saya hanya bisa menghitung keuntungan sesaat, dengan tidak menanggung biaya tukang kunci, dia tidak membayar 50.000 tetapi sayangnya sebenarnya kehilangan 360.000—nominal keuntungan yang lebih besar daripada kerugiannya. Ia tidak memikirkan shadow of the future dimana saya akan mencucikan mobil kepadanya di masa depan. Shadow of the future adalah konsep kemungkinan bekerja sama dengan orang di masa depan. Sering kan ya, ketemu orang sesaat terus abis itu di masa depan bekerja sama lama banget sama orang itu?

Itulah mengapa banyak pengusaha yang gagal mendapatkan loyal customer karena mereka tidak memahami konsep shadow of the future. Coba kalau mereka memikirkan konsep ini, pasti mereka akan mudah mendapatkan pelanggan yang loyal.

Bengkel langganan saya di Temanggung juga menjadi contoh yang sempurna dari pentingnya konsep shadow of the future ini. Mereka memberikan diskon special kepada saya karena ayah saya dulu berlangganan di bengkel ini. Dengan memberikan special diskon khusus untuk saya, saya pun kepincut dan akhirnya selalu menyerahkan perawatan mobil di bengkel itu seperti ayah saya dulu. Nah!

Belajar dari hal ini saya selalu berhati-hati dalam bertindak kepada orang lain, jangan-jangan di masa depan saya akan bertemu lagi dalam jangka panjang dengan orang tersebut. Kalau saya jahat, kan saya sendiri yang rugi? Kalau saya baik, saya akan ngunduh hasil perbuatan saya di masa depan. Mari bersemangat!

Advertisements

2 thoughts on “Shadow of the Future

  1. @tiara: soalnye si bapak2 penjaga kosan itu berulah lagi ti! iiiihh, tambah bikin mengelus dada. anak2 kosan mau bikin petisi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s