April H2C

Bulan April mendatang akan menjadi bulan yang penuh kejutan buat saya. Bagaimana tidak? saya akan mendapatkan jawaban atas semua aplikasi beasiswa yang saya kirimkan. Saya akan mendapatkan tiga jawaban, dua dari scholarship untuk s2 di Belgia, Belanda dan di Korea, dan satu untuk summer program. Semuanya peluangnya sama: susah. Yang di Belgia dan di Belanda hanya diambil satu se-Indonesia. Yang di Korea Cuma di ambil satu dari Indonesia dan Kamboja. Hahahahahahahahahahahahaha..saya pengen ketawa sambil nangis kalau nginget ini. Sedih iya, tapi saya juga exciting.

Kalau boleh jujur, saya menaruh harapan yang lebih di beasiswa-beasiswa ini. Ini adalah golden tickets saya untuk bisa meraih mimpi-mimpi saya, untuk sekolah di luar negeri. My biggest dream, ever!

Kenapa sih musti ke luar negeri? Ngga dalam negeri aja gitu? Ini adalah pertanyaan yang sering banget ditanyain sama orang-orang, sampai pacar saya sendiri juga geleng2 bingung. Soalnya saya pengen berkembang. Belajar di negeri orang akan menjadi kawah candradimuka bagi saya. Saya bisa belajar hidup mandiri di negeri orang, sesuatu yang selama ini belum pernah saya lakukan. Saya juga pengen bikin Ayah saya bangga. Dulu beliau pengen saya bisa sekolah ke luar negeri. Aaaah, Ayah, semoga anakmu ini bisa berangkat! Lagian, ini juga bisa dijadiin pengalaman sangat berharga gitu. Dan saya insist untuk melakukannya sebelum saya menikah. Makanya saya langsung apply s2 setelah lulus, bukan kerja dulu. Dalam hitungan saya nih ya, s2 kan dua taun, jadi nanti saya selesai umur 25 atau 26. Cari kerja setahun, lalu menikah. Itu ideal plan saya. Hehehehe..

Kalau saya nyari kerja dulu, saya akan sibuk bekerja, lalu mungkin keinginan s2 akan terlupakan karena kesibukan saya. Saya ngga mau kalau besok umur saya 70 tahun dan saya menyesal kenapa dulu ngga ngelanjutin s2. Makanya saya mencoba. Yaah, walaupun kemungkinan ngga diterima tetep ada sih. Saya sadar kapasitas saya. Tapi kan berharap tetep boleh kan?

Harapan saya udah kayak judi dengan taruhan gede, berati kemungkinan lostnya juga gede. Kalau kata Sammuel Mulia, yang sering nulis di Kompas, menaruh harapan itu berarti kita juga harus siap kehilangan. Saya sudah mengorbankan banyak hal untuk harapan ini. Saya sudah mengorbankan waktu berbulan-bulan hanya untuk menunggu kepastian beasiswa. Menurut pacar saya, ini membuang-buang waktu. Nanti saya bisa susah nyari kerja kalau udah kelamaan nganggur. “Iya kalau diterima, kalau ngga diterima? Kamu bisa gigit jari” Gitu kata pacar saya. Ada benernya juga sih..

Tapi sekali lagi saya ngga mau menyesal. Mau diterima atau enggak itu urusan nanti. Yaaaaaah, walaupun nantinya saya tetep nangis bombay-senangis-nangisnya kalau ngga diterima. Tapi saya puas. Setidaknya saya mencoba. Doakan saya yaa.. #sedih-harap-harap-cemas.

Advertisements

3 thoughts on “April H2C

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s