Amazingly Ordinary!

Ada banyak waktu ketika saya sedang asyik masyuk menulis blog, lalu berhenti, dan ngga jadi nge post tulisan itu. Ngga jadi di post, tapi malah saya delete. Atau terkadang, saya berhenti di tengah-tengah tulisan-tulisan saya, lalu menghapus semuanya. Cuma ada satu alasan dibalik gagalnya semua tulisan tersebut di post di blog saya, yaitu karena terlalu biasa. Yah, gimana lagi, hidup saya memang sedang sangat-sangat-sangat-biasa sekali. Jadinya, saya merasa minder, habisnya semua tulisan tersebut sangat biasa. Its amazingly ordinary. Dibilang jenuh iya, tapi jeleknya, lama kelamaan saya merasa hampir menyerah—kepada semua usaha yang telah saya lakukan—dan sayangnya semuanya belum berhasil.
Beberapa minggu lalu saya mengikuti wawancara kerja dan ini agak special karena saya dipanggil langsung, dan yah, kriteria pekerjaanya lumayan menggoda iman. Bukan menggoda iman karena gajinya, kalo boleh jujur, gajinya malah sedikit banget. Jika dibandingan dengan gaji pacar saya, gaji pekerjaan yang saya lamar tersebut hanya 1/16 dari gaji pacar saya. Artinya, jika saya menabung selama 16 bulan dengan gaji tersebut, akumulasinya akan setara dengan gaji pacar saya sebulan. Sial, sedikit sekali. Saya bahkan bingung harus gimana bertahan hidup dengan duit segitu. Tapi karena jenis pekerjaan dan waktunya tidak mengikat, jadi saya masih bisa apply s2, dan kalau keterima, saya bisa langsung berhenti dari kerjaan itu, seems perfect! Saya juga bisa sekalian mengisi waktu luang, ketika lagi ngga ada kerjaan kayak gini. Therefore, saya langsung said yes, ketika ditawarin kerjaan ini. Di akhir wawancara, saya dikasih tau bahwa saya akan dihubungi kalau diterima, tapi kalo ngga diterima ya ngga dihubungi.
Ini sudah beberapa minggu dari wawancara tersebut, dan saya belum di telfon dari kantor itu. Hmm.. actually, I don’t really that desperate to get that job, but if I don’t, it means another failure. Yah, dan berlalu lah hidup saya sebiasa-biasanya, tanpa hal yang menarik.
Mungkin belum, atau mungkin juga tidak. Mungkin semua yang saya inginkan sedang menunggu saya di bulan-bulan berikutnya. Atau mungkin memang tidak, saya akan tetap gini-gini aja. Memikirkan tentang kemungkinan masa depan terkadang bisa bikin stres, apalagi dimasa pengangguran seperti ini. Ah, sudahlah, saya tidak mau memikirkan tentang result. Yang penting adalah bagaimana saya melalui hari-hari yang biasa ini. Kan kata orang, kalo udah jodoh, ngga bakalan lari kemana! Yaaay!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s