DILARANG GENDUT!

Saya tidak pernah punya masalah serius dengan berat badan. Yah, walaupun terkadang berat badan saya tidak mengijinkan saya untuk mempunyai beberapa model baju yang sangat saya suka, selebihnya saya tidak punya masalah lain yang serius. Dan walaupun saya lebih gendut dan chubby dibandingkan dengan pacar saya, kami nyaman-nyaman saja. Saya pun tidak merasa begitu minder walaupun berbadan sedikit lebih besar daripada pacar saya. Toh tidak mempengaruhi kualitas cinta kami.

Meskipun demikian, masalah berat badan akhir-akhir ini menjadi pokok pemikiran saya. Bertambahnya berat badan secara berlebihan merupakan hasil dari pengerjaan skripsi. Tidak tahu kenapa karena setiap mengerjakan skripsi saya selalu lapar. Dan hasrat untuk makan nasi padang berlipat ganda, maka tidak heran kalau berat badan saya bertambah beberapa kilo. Masalah kemudian muncul ketika saya harus mencari kerja. Terbayang banyak cerita yang mendiskriminasi orang-orang yang punya kelebihan berat badan.

Seorang teman saya menceritakan pengalaman temannya, mahasiswi jurusan psikologi yang brilian yang ditolak bekerja di sebuah bank nasional terkemuka karena dirinya gendut. Padahal si mahasiswi tersebut sudah masuk ke dalam tahap akhir seleksi kerja tersebut. Dapat saya bayangkan perasaan mahasiswi tersebut, pasti sedih sekali. Ya Tuhan, kenapa dunia ini seksis sekali? Mengapa perempuan harus dipaksa menjadi sebuah sosok yang cantik, menggoda, dan langsing, ya LANGSING! Dunia memang seksis karena dominasi patriarki. So like it or not, you have to fit in with the sexist world!

Bahkan otak yang brilian pun terkadang tidak mampu membantu perempuan untuk mendapatkan kesempatan kerja yang bagus. Beberapa waktu yang lalu saya pernah mendaftar menjadi reporter berita sebuah televisi nasional. Ketika pewawancara mengetahui IPK saya diatas rata-rata ia berkata “wah, pekerjaan ini tidak cocok untuk anda, sebaiknya jadi professor saja”. Whaaat? Kami bahkan belum memulai proses wawancaranya. Apakah kualifikasi kerja yang dibutuhkan adalah untuk seseorang yang cantik, langsing dan berotak kosong?

Oh come on! Saya tahu saya gendut, tapi saya pintar. Dan IPK tinggi yang saya dapatkan, bukan berati saya kutu buku yang ansos. Tidak, saya bahkan punya pengalaman organisasi yang banyak. Sayangnya kesempatan itu telah tertutup hanya karena hal-hal seperti ini. Dan hal ini semakin membuat saya tidak percaya diri.

Saya takut gagal. And believe me, rasanya tidak menyenangkan. Saya telah berkali-kali gagal, dan semuanya pahit tidak ada yang manis. Makanya ketika dibuka kesempatan bekerja di perusahaan favorit, saya memutuskan untuk tidak melamar. Bukan, maksud saya adalah untuk melamar pada periode selanjutnya. Tetapi pacar saya marah, ia menganggap saya membuang kesempatan yang berharga.

Saya takut gagal karena menyadari saya gendut. Oleh karena itu, saya akan mendaftar pada periode selanjutnya karena saya akan menguruskan badan. Dengan demikian saya akan mempunyai kesempatan diterima lebih besar. Ketika saya curhat kepada teman saya, dengan bijak ia berkata “kamu ngga akan pernah tahu sampai mencoba, jangan kalah sebelum berperang”. Hmm.. benar juga. Saya tidak akan pernah tahu sampai saya mencobanya. Selama ini saya begitu takut pada gambaran buruk suatu hal, padahal belum tentu gambaran buruk tersebut benar-benar terjadi.

Ah benar juga. Dulu saya suka sekali tantangan, mencoba hal baru tanpa memikirkan resiko. Tetapi sekarang saya selalu takut untuk mencoba karena takut akan kegagalan. Dan tidak percaya diri karena kualifikasi yang begitu tinggi. Baiklah, saatnya memulai lagi! Heavy gunner: mode on.

“jangan kalah sebelum berperang!”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s