Dialog Imajiner Tengah Malam

Ah sial. Aku selalu saja ingat kepadamu di penghujung hari seperti ini. Ketika semua tenagaku sudah tersedot habis, untuk ini dan itu, dan ya memang bukan untukmu. Kamu, tidak pernah menjadi prioritasku ketika aku membuka mataku, mengawali hariku dan menjalaninya hingga kelam malam. Lalu disaat seperti ini, kamu selalu menyentilku dengan tajam. Menagih jatah perhatianku untukmu. Kali ini dengan menggunakan alibi “ibu” sementara kemarin dengan alibi “nita sudah mau masuk kuliah”, besok apalagi? Lalu kamu pun meneruskan khotbahmu yang panjang dan lebar serta menyakitkan tentang masa depan. Bla..bla..blaa… sementara aku tenggelam dalam ketakutan dan kecemasan. Tapi terlalu lelah untuk menindak lanjuti. Lain kali, kataku dalam hati, ingatkan aku lebih awal. Kalau perlu berteriaklah sekencang-kencangnya karena entah mengapa kupingku ini mendadak tuli: tak bisa mendengarmu, tak bisa mengingatmu.

Ketika pagi menjelang, kamu tidak ada di dalam pikiranku. Entah karena terlupa, atau karena aku memang tidak ingin mengingatmu. Separuh hatiku tak bisa meninggalkanmu. Ketakutan akan hal lain ketika aku meninggalkamu, sepertinya lebih mematikan. Status quo, saat ini lebih menguntungkan. Daripada masa depan yang belum jelas, apalagi zaman sekarang susah mencari penghidupan. Lalu aku pun bertambah takut, dan kamu tak kunjung kulepaskan juga. Aku masih nyaman seperti ini, tapi kamu tidak.

Lalu kamu kembali bicara tentang hal lain yang tak kalah menyakitkan. Bla bla bla..blaa… kali ini membuatku tersentak. Kawan-kawan baikku sudah sukses memenangkan pertarungannya denganmu, kekasihku juga hampir membunuhmu, ibuku menaruh harapan besar kepadaku. Ah yasudah, apa yang akan terjadi besok biarlah terjadi. Yang menjadi pemikiran utamaku saat ini adalah kamu, itu kan maumu?

Baiklah. Mungkin kita harus kembali berkawan dengan pagi. Bertemu dan memadu. Tak sabar aku untuk segera menyudahi ini. Seperti katamu yang juga sudah tak tahan dengan diriku.

andaikan kamu nyata, mungkin ini adalah bagian dari dialog aku dan kamu, skripsi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s