Dua Puluh Dua

Jadi, disinilah saya. Diulang tahun yang lain, kali ini yang ke dua puluh dua. Tidak terasa begitu cepat waktu berlalu. Saya ingat dua tahun yang lalu dimalam ketika saya akan berusia dua puluh tahun. Oh God, I’m getting old! That’s really terrifying me. Tetapi yang membuat saya terhibur adalah kata-kata dari Ayah dan Ibu saya, dimana mereka sangat bangga kepada saya. Menurut mereka di umur saya yang dua puluh tahun tersebut, saya telah memberikan berbagai kebahagiaan dan kebanggaan bagi mereka. Lega sekali saya. Ternyata tidak sia-sia apa yang telah saya lakukan selama dua puluh tahun hidup saya.

Memasuki umur dua puluh satu tahun saya sudah tidak secemas dulu lagi. Ah sudahlah, waktu memang tidak dapat dihentikan. Saya memang harus bertambah tua. Saya lupa bagaimana saya melalui ulang tahun itu, tetapi saya melaluinya bersama Rian dan teman-teman saya. Menyenangkan sekali. Maka hari pun berganti, bulan pun berubah, sampailah saya pada hari ini. 21 mei 2010, saya genap berumur 22 tahun.

Sepanjang umur 21 hingga 22 tahun saya mengalami quarter life crisis saya, yang tidak pernah saya duga sebelumnya. Saya tahu bahwa setiap individu akan mengalami quarter life crisis, begitu pula dengan saya. Tetapi crisis yang saya alami jauh dari prediksi saya. Kepergian Ayah benar-benar mengubah kehidupan saya. Menguji kedewasaan saya. Awalnya saya pikir saya tidak akan pernah bisa melewati krisis ini. Saya bahkan dihinggapi ketakutan yang luar biasa, bahkan kepada hal-hal yang kecil seperti menyetir, keluar rumah, dan lain sebagainya. Ayah adalah pembawa kunci normal. Ia adalah orang yang mampu menyelesaikan permasalahan dan pembawa ketenangan di keluarga kami. Ketika ia pergi, kami bagai kapal yang kehilangan nahkoda. Hingga saat ini pun saya masih belum bisa dikatakan sukses menghadapi masalah ini. Tetapi saya akan tetap berusaha melanjutkan hidup dengan lebih baik tanpa Ayah, dan membuatnya bangga.

Di umur 21 tahun ini saya juga merasa produktif. Saya mengikuti berbagai kegiatan ini dan itu. Memenangkan beberapa kompetisi, diterima magang di sebuah perusahaan multinasional, dan beberapa hal lain. Saya juga mendapatkan berbagai pengalaman yang menarik serta teman-teman yang menyenangkan.

Saya juga mendapatkan pengalaman religious yang berharga, bahwa Allah tidak tidur. Ia akan selalu membantu umatnya yang membutuhkannya. Saya mendapatkan berbagai kejadian dimana Allah langsung mengabulkan doa umatnya yang tengah tertindas, dan saya sangat bersyukur atas itu.

Dan inilah saat ini saya berumur dua puluh dua tahun. Melewati pergantian umur bersama Rian berkeliling Jogja di malam hari. Saya berharap dapat sukses di tahun ini. Mencapai target dan cita-cita yang saya inginkan. Hmmm.. dua puluh dua.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s