Stagnan

Malam ini aku tidak bisa memejamkan mata.

Memikirkan ini dan itu.

memikirkanmu,

selalu saja membangkitkan jutaan memori,

yang tidak akan lekang oleh waktu.

ada kalanya aku berupaya tak menyerah,

tapi aku hanya manusia biasa,

yang tidak terbuat dari batu.

Hitam.

Merah.

Darah.

Amarah.

Teriakan, ancaman, makian. sudah aku tidak sanggup lagi.

inikah dunia tanpa pelangi, yang dulu selalu kau sembunyikan dariku?

kini malamku tidak pernah berbintang lagi.

seandainya saja aku tahu,

seandainya saja aku bisa mengulang waktu.

maka aku ingin sekali mengulang waktu.

kembali bersamamu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s