Antara Temanggung dan Jogjakarta

Aku sudah melewati perjalanan ini selama ratusan kali, atau bahkan mungkin sudah tak terhitung lagi berapa kali aku telah menjalani perjalanan ini. Tetapi tidak juga berbeda rasanya, selalu sama: terjebak dalam kesedihan. Ada jalan yang paling ku benci di dunia, itu adalah jalan kembali ke Jogjakarta dari Temanggung. Durasi dua jam perjalanan itu sangat mengharukan dan membosankan. Mamah selalu memelukku, seakan tidak rela membiarkan aku pergi dan papah selalu menatapku dalam-dalam, menguatkanku seraya berkata: pergilah nak, berjuanglah demi masa depan!

duh, kok jadi mellow melankolis sih? ahahahah… curahan hati yang begitu mellow melankolish.

well, meskipun ngga selebai kalimat-kalimat tadi, tapi aku selalu merasa sedih ketika harus balik lagi ke jogkarta. Bukan karena di jogja harus mengupayakan semuanya sendiri, tapi sedih aja musti ninggalin rumah, mamah, papah, dan si ndut adikku, nita. Meskipun udah dua tahun lebih tinggal di jogja, dan udah sering banget pergi sendirian tanpa keluarga, tapi rasanya tetep lain. Ngga ada perjalanan yang semellow melankolish Temanggung–Jogjakarta. Aku ngga pernah melalui perjalanan lain yang begitu memilikan (huhuhuhu…) selain perjalanan ini. Walalupun itu cuma dua jam doang, rasanya benar-benar menyesakkan dada.

Dan ngga ada perjalanan yang semenyenangkan Jogjakarta–Temanggung. Ngga ada perjalanan yang seindah itu, karena itu berarti aku pulang ke rumah.

Kalo ada orang yang bilang: “alah.. temanggung sih deket, tinggal kepleset dua kali juga udah nyampe”. wah, aku langsung sewot berat. Ayo coba siapa yang bisa kepleset dua kali ampe temanggung???? hah??? walaupun temanggung dan jogja ngga begitu jauh, tapi aku kan ngga bisa pulang tiap hari. Aku ngga bisa liat papah dan mamahku tiap hari. ngga bisa makan masakan mamah tiap hari juga. sama aja kan dengan kota lain? kangennya juga sama, sedihnya juga sama….

Meskipun sedih, tapi aku harus melalui perjalanan ini. musti balik lagi ke ke jogja, dan menjalani semua rutinitas yang sama. the old rutinities. sesedih apapun perjalanan ini harus dijalani soalnya kalo ngga kayak gini aku ngga bakalan maju. sungguh sebuah perjuangan buat berkembang. hmmm….

Advertisements

3 thoughts on “Antara Temanggung dan Jogjakarta

  1. woi woi apa tho ini? hehehehehh

    satu, judulnya mengingatkan saya dengan lagu nya shiela madjid.

    dua, kalau cuma temanggung-jogjakarta itu sepertinya bisa di commuter bolak-balik dalam satu hari seperti kalau pergi berangkat ke sekolah biasa. seperti mas jamal, malah kadang2 ngelaju kuliahnya. mbak dani waktu awal kuliah juga. terus saya kadang2 juga gitu dulu.

    tiga, melankolis nya mungkin karena bosan saja soalnya rute itu sangat membosankan. apalagi kalau sudah lepas dari magelang terus sampai di mertoyudan. arah mertoyudan-pertigaan borobudur itu jalannya sempit sekali, kalau sedang ramai perjalanan jogja-rumah bisa sampai tiga jam. wuuuah.

    empat, pengamen-pengamennya sekarang kurang kreatif. temanggung tidak punya pengamen berbakat. yang paling bisa menghibur saya itu sebetulnya pengamen di terminal bus jombor dan secang. mereka pakai biola dan bas besar yang digunakan dalam keroncong. pengamen jombor menang di suara, pengamen secang menang di skill keroncongnya.

    lima, temanggung bersenyum jogja berhati nyaman jadi sebetulnya sama saja itu makna kepanjangannya.

    enam, saya membutuhkan waktu yang lebih lama lagi, kira-kira dua setengah jam untuk sampai rumah di parakan.

    wah dua poin terakhir nya sama sekali out of topic ya? heheheheh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s