Obituari: Rest in Peace

Fitri Hapsari Pramudita, lahir pada tanggal 21 Mei 1988, meninggal pada tanggal 29 April 2037 pada usia 48 tahun. Fitri yang saat itu bertugas sebagai Sekretaris Jendral PBB, meninggal di New York ketika menjadi ketua perundingan dalam pemberian sanksi kepada kubu-kubu yang bertikai dalam Perang Dunia III.

World War III dimulai pada tahun 2033 dan berakhir pada awal tahun 2036 ini melibatkan kubu Kapitalis yang beranggotakan Amerika, Inggris, dan Jepang yang melawan Iran, RUsia, dan China yang tergabung dalam kubu Sosialis. Pada awalnya, PBB tidak dapat melakukan hal apapun untuk menghentikan secara cepat peperangan ini. Tapi ketika perang terus menerus berlanjut dan ketika negara-negara yang tidak ikut andil bagian dalam peperangan ini namun mendapatkan imbas yang sangat merugikan dari peperangan ini merasa bosan dan muak. Akhirnya negara-negara tersebut membentuk aliansi tersendiri.

Aliansi tersebut digalang atas kerja keras komita perdamaian yang dipimpin oleh seorang wanita yang bernama Fitri Hapsari Pramudita. Lulusan HI UGM pada tahun 2010 ini berhasil menggalang dukungan dari negara-negara yang tidak ikut berperang untuk meredakan peperangan. Akhirnya, setelah mengalami perjuangan yang keras aliansi ini akhirnya dapat menyelesaikan perang walaupun korban yang jatuh di pihak ini cukup banyak. Setidaknya ada 10 juta orang yang meninggal dalam perang ini.

Karena keberhasilannnya dalam menggalan kekuatan, Fitri akhirnya diangkat menjadi Sekretaris Jendral PBB. Sekjen wanita pertama PBB ini dilantik pada 7 Desember 2036. Sebelum menjabat sebagai Sekretaris Jendral PBB, wanita yang biasa dipanggil Pipit oleh keluarga dan rekan-rekannya ini mengawali kariernya sebagai staff biasa di PBB wakil dari Indonesia. Kariernya mulai bersinar terang ketika ia berhasil menjadi mediator yang sukses meredakan konflik sektarian yang berpuluh-puluh tahun melanda Irak. Karena itulah jabatannya di PBB terus menannjak.

Pada hari yang naas itu, Fitri dijadwalkan untuk menandatangani keputusan Dewan Keamanan PBB yang berisi sanksi hukuman kepada kubu kapitalis dan sosialis. Firi yang tiba di gedung PBB pada pukul 9 pagi itu baru saja akan menaiki tangga masuk gedung PBB ketika tembakan tepat mengenai jantungnya.

Fitri meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit, tanpa sempat menjalani perawatan medis lebih lanjut. Ada beberapa sumber yang mengatakan bahwa orang yang melalukan penembakan berasal dari salah satu kubu yang dihukum. Namun kebenaran berita ini belum dapat dipastikan.

Wanita yang sebentar lagi akan berusia 49 tahun ini meninggalkan empat orang anak yaitu tiga orang putra dan seorang putri serta tiga orang anak angkatnya. Sementara itu, suami tercintanya telah meninggal dalam Perang Dunia III. Keluarganya dikabarkan sangat berduka atas kematiannya.

Fitri memang belum sempat menyelesaikan beberapa program yang direncanakan. Tetapi hal-hal yang telah dilakukannya untuk mengembalikan perdamaian dunia ini seharusnya tidak dilupakan begitu saja. Bahkan, beberapa hari sebelum kematiannya, ia telah berhasil mendesak negara-negara anggota PBB untuk meratifikasi undang-undang yang memuat larangan intervensi terhadap negara lain. Maka dari itu, tidaklah mengherankan jika masyarakat internasional turut berduka cita atas kematian orang yang telah memberikan andil dalam penyelesaian PD III.

BBC, 10 April 2037

 

 

Ketika pagi ini saya membereskan tumpukan kertas di kamar, saya menemukan obituari. Ini obitiuari yang aku tulis pas kelas pengantar studi perdamaian. Pada kelas PSP 2006, sang dosen, Mbak Dikei memberikan tugas kepada peserta kelas untuk membuat obituari. Bagi warga PSP 2006, obituari adalah perayaan atas kehidupan. Sesedih apapun hidup, orang seharusnya tidak menyesalinya. Karena hidup hanya sekali. Bagaimana dengan saya? Apakah saya akan berakhir seperti obituari diatas? itu masih misteri. hmmm….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s